Lonceng_Lonceng Kuil

August 24th, 2008 by limbox-stg

Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai. Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar, lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap orang yang mendengarkannya terpesona. Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga kuil bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi, tanpa henti, dan dapat didengar oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan, mendengarkan dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia. Suara laut rupanya memenuhi alam raya. Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya. Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka … tetapi kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja. Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya. Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya. Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi. Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya. Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi … dan akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira. Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut. Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian. Jangan menolaknya, jangan memikirkannya.Pandanglah saja.

Bookmark and Share

Back to Medan

March 17th, 2007 by limbox-stg

14-15 Maret Back to Medan. Gak ada yang berubah dengan Medan. Ongkos angkot masih 2500, harga majalah koyak masih tetap murah, minum teh manis gak berubah harganya.

Ini menandakan tingkat pertumbuhan kota Medan setelah 6 bulan tidak ada kemajuan. Nyambung gak seh?

Bookmark and Share

Pasrah

June 8th, 2006 by limbox-stg

semuanya akan kembali kepadaNya

cepat ato lambat

tidak ada yang bisa menahannya

berserah sajalah pada Nya

pada pemilik semuaNya

Bookmark and Share

JOHANNES CHRYSOSTOMUS

February 3rd, 2006 by limbox-stg

Bukan anggurnya yang buruk tetapi kemabukan. Orang yang serakah tidak sama dengan orang yang kaya. Orang serakah tidak kaya. Ia menginginkan begitu banyak dan karena ia tidak pernah memilikinya ia tidak akan pernah akan kaya. Orang serakah adalah penjaga kekayaan bukan pemiliknya, dialah seorang budak dan bukan tuan dari harta itu. Sebab, ia merasa lebih baik memberikan sebagian dagingnya sendiri daripada harta yang dipendamnya… Ia tidak sanggup memberi kepada orang lain atau membagi-bagikan kekayaanya kepada orang yang berkekurangan…. Jadi, bagaimana mungkin ia bisa menyebutnya miliknya? Bagaimana ia memilikinya kalau ia tidak bebas mengguanakannya atau menikmatinya?… Kaya tidak berarti memiliki banyak akan tetapi memberi banyak… Marilah kita hiasi jiwa kita lebih dari rumah kita. Bukankah itu suatu kekejian, bahwa kita menutupi dinding-dinding kita dengan marmer, kesia-sian dan untuk hal-hal yang tak berguna-sedangkan Kristus [dalam diri orang miskin] kita biarkan bertelanjang? Keuntungan apa yang engkau dapat dari rumahmu? Apakah anda akan membawanya kalau anda pergi [meninggalkan dunia ini]? Tak mungkin anda membawa rumah itu, tetapi yang pasti jiwa anda harus anda bawa… Kita bangun rumah kita untuk didiami bukan untuk dijadikan pajangan yang ambisius. Barang yang tak anda butuhkan adalah berlebih-lebihan dan tak berguna. Cobalah pakai sepatu yang terlalu besar! Anda tak tahan memakainya, karena hanya akan mengganggu jalanmu. Begitu juga rumah yang lebih besar dari yang diperlukan hanya merupakan hambatan bagimu untuk melangkah maju ke sorga… Engkau seorang pendatang, seorang musafir bagi hal2 yang duniawi. Negrimu di sorga, pindahkan kekayaanmu kesana… Maukah engkau menjadi kaya? Jadikan Allah sebagai sahabatmu dan engkau akan lebih kaya dari siapapun!… Jelaslah bahwa orang kaya adalah justru mereka yang tidak pandang penggunaannya dan mencemoohkan kenikmatannya. Sebab orang yang telah menyisihkan kekayaannya dan memberinya kepada yang miskin telah menggunakannya dengan tepat. Ia tetap pemiliknya kalau ia pergi; miliknya tidak dilucuti dalam kematiannya, bahkan menerima kembali saat itu. 

Bookmark and Share

VISIT LAKE TOBA

January 13th, 2006 by limbox-stg

COME TO LAKE TOBA

YOU WILL ENJOY WITH US

WE WILL SERVE YOU

IF YOU COME TO OUR PLACE

A BEAUTIFUL LIFE YOU WILL FIND

Bookmark and Share

INFORMASI MINYAK NILAM

January 13th, 2006 by limbox-stg

SALAM….

SAYA MEMBUTUHKAN INFORMASI BAGAIMANA MEMANFAATKAN TUMBUHAN NILAM. ADA SEBUAH DESA YANG MEMILIKI TUMBUHAN NILAM TAPI BELUM DAPAT MEMANFAATKANNYA. OLEH KARENA ITU SAYA DAN TEMAN2 INGIN SEKALI MEMBANTU MEREKA, TETAPI KAMI BELUM BEGITU JELAS BAGAIMANA MEMPRODUKSINYA.

MUNGKIN TEMAN2 ADA YANG MENGETAHUI NYA?

TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA.

Bookmark and Share